Minggu , 22 Oktober 2017
Home / Silet.Health / Hasil Penelitian, Diet Rendah Garam Terbukti Hanya Efektif untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Hasil Penelitian, Diet Rendah Garam Terbukti Hanya Efektif untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

86

Banyak orang menjalani diet rendah garam untuk menghindari tekanan darah tinggi. Padahal diet ini tidak efektif untuk semua orang. Hanya mereka yang hipertensi saja yang perlu menjalaninya.

Temuan tersebut terungkap dalam studi Population Health Research Institute (PHRI) Universitas McMaster dan Pusat Kesehatan Hamilton di Ontario, Kanada. Peneliti melihat hubungan antara konsumsi garam dan kematian serta penyakit jantung dan stroke pada mereka yang mengalami tekanan darah tinggi dan yang tekanan darahnya normal.

Hasilnya, terlepas dari apakah seseorang mengalami tekanan darah tinggi, diet rendah garam berhubungan dengan serangan jantung, stroke, dan kematian yang lebih banyak dibanding mereka yang mengonsumsi garam dalam jumlah rata-rata.

“Temuan ini amat sangat penting bagi mereka yang menderita tekanan darah tinggi,” ujar Andrew Mente, pemimpin studi dari PHRI seperti dikabarkan Science Daily (21/05).

Ia menambahkan, “Sementara data kami menyoroti pentingnya mengurangi asupan garam pada penderita tekanan darah tinggi, hal ini tidak berlaku untuk mereka dengan asupan garam rendah. Temuan ini penting karena menggarisbawahi diet rendah garam paling baik untuk mereka yang hipertensi yang asupan garamnya juga tinggi.”

Asupan garam masyarakat Kanada berkisar antara 3.5 dan 4 gram per hari. Sementara itu, beberapa panduan makan menyebut garam sebaiknya hanya dikonsumsi 2.3 gram per hari. Jumlah ini 5% lebih rendah dibanding konsumsi rata-rata masyarakat Kanada dan orang-orang di seluruh dunia.

Penelitian sebelumnya menunjukkan dibanding konsumsi garam dalam jumlah rata-rata, diet rendah garam berhubungan dengan peningkatan risiko kardiovaskular dan kematian. Meski kondisi ini berhubungan dengan tekanan darah rendah.

Studi terbaru Mente dan kawan-kawan ini menunjukkan risiko sehubungan asupan garam rendah, kurang dari 3 gram per hari , konsisten pada tiap orang tanpa memandang status hipertensi. Lebih jauh lagi, temuan mengungkap bahaya terkait asupan garam tinggi tampaknya terbatas hanya untuk mereka yang hipertensi.

Ia menjelaskan, “Asupan garam yang rendah akan mengurangi tekanan darah sekaligus merugikan hormon tertentu. Pertanyaan kunci yang perlu dipahami semua orang adalah bukan mengenai apakah tekanan darah lebih rendah dengan asupan garam yang sangat rendah, melainkan apakah ini bisa meningkatkan kesehatan.”

Dr Martin O’Donnell, seorang penulis studi dan profesor klinis di Universitas McMaster dan National University of Ireland Galwaymengatakan, “Penelitian ini menambah pemahaman kita tentang hubungan asupan garam dan kesehatan. Juga pertanyaan tentang kesesuaian panduan makan saat ini yang merekomendasikan asupan garam rendah pada seluruh populasi.” Baginya, panduan yang merekomendasikan asupan garam secukupnya, terutama untuk orang dengan hipertensi, tampil lebih sesuai dengan bukti saat ini.

Studi Mente dan kawan-kawan ini didanai lebih dari 50 pihak termasuk PHRI, Heart and Stroke Foundation of Canada, dan Canadian Institutes of Health Research.

Informasi berita Silet hari ini dan Gossip Artis bisa baca di situs ini !!

Dapatkan juga berita politik & berita mancanegara di situs ini !

Check Also

Jangan-Merasa-Tua-Kalau-Mau-Bercinta-Lebih-Sering

Jangan Merasa Tua Kalau Mau Bercinta Lebih Sering

Persepsi tua karena bertambahnya usia bisa membuat keinginan seks seseorang berkurang, menurut studi 2017 oleh …

Film-Porno-Ternyata-Buat-Kecewa-Pasangan-Saat-Bercinta

Film Porno Ternyata Buat Kecewa Pasangan Saat Bercinta

Sebagian pasangan suami istri menggunakan konten porno untuk meningkatkan kualitas bercinta. Hal ini didukung oleh …

Catat!-Bukan-Berat-Badan-yang-Bahaya,-Tapi-Komposisi-Lemaknya

Catat! Bukan Berat Badan yang Bahaya, Tapi Komposisi Lemaknya

Bicara soal bahaya kegemukan, berat badan kini tidak selalu menjadi indikasi tubuh Anda sudah ideal …