Sabtu , 16 Desember 2017
Home / Silet.Health / Kelamaan Main Gadget Hambat Pertumbuhan Otot dan Tulang Anak

Kelamaan Main Gadget Hambat Pertumbuhan Otot dan Tulang Anak

41

Agar anak tak rewel, orang tua dewasa ini kerap menyodori mereka dengan gadget seperti iPad atau tablet. Apalagi kalau bukan untuk mengalihkan perhatian mereka.

Secara mental, membiasakan anak untuk bermain gadget sejak usia dini akan mematikan kreativitas mereka. Tetapi sebenarnya yang paling terasa dampaknya adalah fisik mereka. Setidaknya inilah yang ditemukan peneliti dari Curtin University, Perth.

Straker dan timnya tengah melakukan pengamatan pada dua kelompok anak berusia 3-4 tahun, masing-masing terdiri atas 10 anak. Satu kelompok terdiri atas anak-anak yang bermain dengan mainan sungguhan, sedangkan kelompok lainnya menggunakan perangkat elektronik.

Dalam lima tahun ke depan, Straker ingin mengamati dampak penggunaan gadget terhadap kondisi fisik, mental dan kemampuan bersosialisasi mereka.

Dari hasil pengamatan awal sudah terlihat perbedaan mencolok di antara keduanya. Anak yang bermain dengan mainan sungguhan enam kali lebih sering menggerakkan lengan dan tangannya daripada saat menonton TV dan tiga kali lebih banyak ketika diberi iPad sekalipun.

Mereka juga dua kali lebih banyak menggerakkan seluruh anggota tubuhnya saat menggunakan iPad dan tiga kali lebih banyak saat menonton TV. Sedangkan anak yang terbiasa bermain dengan iPad hanya sanggup menggerakan lengan dan tangan serta seluruh anggota tubuhnya tak lebih dari 15 menit.

Padahal ini baru hasil laporan awal dari riset yang mereka lakukan. “Kami jadi khawatir penggunaan gadget dengan layar sentuh dalam waktu lama akan menghambat perkembangan otot dan tulang anak,” tandas Prof Straker seperti dilaporkan Herald Sun.

Straker menjelaskan ada dua alasan yang mendasarinya. Pertama, karena menggunakan gadget, anak jadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk ketimbang berlarian maupun kegiatan fisik lainnya yang bisa memberikan stimulus untuk membentuk tulang dan otot yang sehat.

Kedua, anak juga menghabiskan banyak waktu dalam posisi duduk yang buruk semisal dengan leher tertunduk lama sehingga mereka rentan mengalami nyeri leher.

Menurutnya, anak-anak hanya boleh menggunakan gadget tak lebih dari 15 menit sehari saja. Bahkan untuk perangkat elektronik secara menyeluruh bila ditotal hanya boleh satu jam saja, tidak lebih.

Psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi dari RaQQi – Human Development & Learning Centre mengedepankan, anak baru boleh diberi gadget di saat usianya telah menginjak 13 tahun. “Usia 13 tahun berkaitan dengan kematangan pola pikirnya,” katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Menurut teori perkembangan kognitif dari Jean Piaget, di usia 13 tahun anak sudah bisa mencapai level perkembangan kognitif formal operasional. Di usia tersebut, anak sudah bisa memikirkan sebab akibat dari suatu hal yang dilakukannya.

“Jadi saat memakai gadget, dia nggak asal aja. Pakai sosmed, nggak asal posting. Anak sudah bisa milah-milah. Memang self regulation-nya belum terlalu bagus, tapi saat didampingi ortu ketika dia menggunakan gadget atau sosmednya, dia sudah bisa paham dan menerima mana yang benar dan salah,” tambah wanita berkerudung ini.

Ratih menambahkan, orang tua juga mesti konsisten dengan tidak bermain gadget di rumah, jika memang tidak memperbolehkan anak-anaknya melakukan hal serupa.

Informasi berita Silet hari ini dan Gossip Artis bisa baca di situs ini !!

Dapatkan juga berita politik & berita mancanegara di situs ini !

Check Also

Jangan-Merasa-Tua-Kalau-Mau-Bercinta-Lebih-Sering

Jangan Merasa Tua Kalau Mau Bercinta Lebih Sering

Persepsi tua karena bertambahnya usia bisa membuat keinginan seks seseorang berkurang, menurut studi 2017 oleh …

Film-Porno-Ternyata-Buat-Kecewa-Pasangan-Saat-Bercinta

Film Porno Ternyata Buat Kecewa Pasangan Saat Bercinta

Sebagian pasangan suami istri menggunakan konten porno untuk meningkatkan kualitas bercinta. Hal ini didukung oleh …

Catat!-Bukan-Berat-Badan-yang-Bahaya,-Tapi-Komposisi-Lemaknya

Catat! Bukan Berat Badan yang Bahaya, Tapi Komposisi Lemaknya

Bicara soal bahaya kegemukan, berat badan kini tidak selalu menjadi indikasi tubuh Anda sudah ideal …