Kamis , 14 Desember 2017
Home / Silet.News / Kepala Kepolisian Dallas Menjadi Sorotan di Tengah Konflik Rasial dan Kebrutalan Polisi AS

Kepala Kepolisian Dallas Menjadi Sorotan di Tengah Konflik Rasial dan Kebrutalan Polisi AS

40

Kepala Kepolisian Dallas David Brown menjadi sorotan usai polemik kebrutalan polisi yang berujung penembakan fatal berbau rasial di wilayahnya. Brown tidak asing dengan kekerasan bersenjata karena putranya tewas dalam insiden serupa.

Pria kulit hitam yang juga mantan tentara AS bernama Micah Xavier Johnson (25) menembak mati lima polisi kulit putih yang mengawal unjuk rasa damai di Dallas, pekan lalu. Unjuk rasa itu memprotes kebrutalan polisi di Minnesota dan Louisiana yang menewaskan dua warga kulit hitam, Alton Sterling dan Philando Castile.

Dalam penembakan bergaya sniper yang didalanginya di Dallas itu, Johnson mengaku sengaja menargetkan polisi kulit putih. Veteran perang Afghanistan ini bahkan menyebut penembakan itu sebagai balasan atas kematian Sterling dan Castile di tangan polisi. Menanggapi penembakan di Dallas, seperti dilansir AFP, Senin (11/7/2016), Brown yang merupakan pria keturunan Afrika-Amerika berusia 55 tahun ini menyampaikan pesan sederhana namun menyentuh.

“Kami patah hati. Ini harus dihentikan. Perpecahan antara polisi dengan warga ini,” ucap Brown.

Kisah Brown sendiri, yang diwarnai tragedi tragis, cukup menggambarkan penderitaan yang dipicu kekerasan bersenjata dan pertikaian rasial di AS. Sesaat setelah Brown menjabat sebagai Kepala Kepolisian Dallas tahun 2010 lalu, putranya yang berusia 27 tahun, David Brown Jr, menembak mati seorang polisi dan seorang pria lainnya usai mengkonsumsi narkoba. Dalam insiden itu, putra Brown akhirnya ditembak mati oleh polisi setempat.

Brown yang warga asli Dallas itu, dikenal tegas dalam memerangi penyebaran kokain di lingkungannya sendiri, usai tragedi yang menewaskan putranya. Tidak hanya itu, Brown juga kehilangan saudara laki-laki serta mitra kerja sesama polisi dalam kasus kekerasan bersenjata berbeda.

“Dia (Brown) sudah melalui banyak hal. Saya bisa merasakan penderitaannya. Dia berusaha melakukan hal yang terbaik yang bisa dia lakukan,” ucap salah satu warga Dallas, Ron Franklin, membahas soal kiprah Brown.

Sebagai kepala kepolisian Dallas, Brown mendapat pengakuan nasional atas pendekatan progresif bagi penegakan hukum AS, demi menjalin hubungan baik antara polisi dengan anggota masyarakat. Fakta bahwa Brown sebagai pria kulit hitam yang memimpin satuan kepolisian dengan 3.500 personel di Dallas, disebut sebagai langkah ke arah yang benar.

“Dia (Brown) manusia biasa. Dia memahami banyak sisi yang berbeda. Tidak hanya sisi pribadinya sendiri. Tidak hanya perspektif polisi. Dia memiliki banyak pengalaman dan saya pikir dia membawa ke arah itu, dan membuka dialog yang sangat diperlukan,” sebut aktivis pengendalian senjata api AS, Juli Gavran, yang juga Direktur Keep Guns Off Campus.

Usai penembakan polisi di Dallas, Brown muncul ke publik dengan pesan yang lebih mirip pemimpin politik daripada polisi. “Kita tidak akan membiarkan seorang pengecut yang menyerang polisi, mengubah demokrasi kita. Kota kita, negara kita, lebih baik dari itu,” tegasnya yang membuat publik tertegun.

Informasi berita Silet hari ini dan Gossip Artis bisa baca di situs ini !!

Dapatkan juga berita politik & berita mancanegara di situs ini !

Check Also

Jokowi-Yakin-Ragam-Bantuan-dari-RI-Tepat-untuk-Keperluan-Rohingya

Jokowi Yakin Ragam Bantuan dari RI Tepat untuk Keperluan Rohingya

Presiden Jokowi melepas pengiriman bantuan untuk etnis Rohingya yang terusir dari Rakhine State, Myanmar. Jokowi …

Jokowi-Hadiri-Dies-Natalis-Unpad-ke-60

Jokowi Hadiri Dies Natalis Unpad ke-60

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan 60 tahun berdirinya Universitas Padjadjaran (Unpad). Jokowi juga akan …

Edho-Zell,-YouTuber-'Sejuta-Umat'-yang-Merangkak-dari-Nol

Edho Zell, YouTuber ‘Sejuta Umat’ yang Merangkak dari Nol

Dulu pria ini berprofesi sebagai mc keliling dan pernah memiliki cita-cita besar, yaitu tampil di …