Kamis , 18 Oktober 2018
Home / Silet.News / Pengungsi Gempa Kumamoto Minta Pertolongan Karena Kekurangan Air

Pengungsi Gempa Kumamoto Minta Pertolongan Karena Kekurangan Air

118

Sebanyak 41 orang dilaporakan tewas dalam gempa bumi susulan di Kumamoto, Jepang, yang berkekuatan 7 skala richter (SR). Puluhan ribu orang yang berhasil selamat telah diungsikan di tempat penampungan sementara.

Meski rumah-rumah yang didominasi dari kayu bergaya tradisional di kawasan tersebut sebagian masih ada yang kokoh berdiri, namun tidak sedikit dari penghuninya yang kesulitan hidup di tempat penampungan. Sebagian besar dari mereka juga tidak membawa perlengkapan yang memadai, salah satunya seperti yang dituturkan oleh Seiya Takamori (52).

“Saya tidur di dalam mobil dan tenda ini pada siang hari,” terang Takamori sambil menunjuk ke salah satu tempat penampungan yang terdiri dari terpal berwarna biru.

Hal senada juga disampaikan tetangganya, Masanori Matsuda (59). Dia mengungkapkan saat gempa pertama terjadi bangunan rumahnya tidak terkena dampak terlalu parah, namun saat gempa susulan terjadi rumahnya menjadi hancur dan banyak warga yang panik lari keluar rumah tanpa sempat membawa berbagai kebutuhan dasar.

“Saya perlu baterai untuk mengisi daya ponsel saya. Saya juga butuh ke toilet. Saya takut jika pergi ke toilet rumah nanti sewaktu-waktu ada gempa susulan lagi, tapi saya juga tidak bisa menahannya. Jadi saya ambil ember isi air dari sini dan beranikan diri ke toilet rumah,” terangnya. Caradaftarsbobet.me

Kesulitan seperti ini juga tampak dari sebuah foto yang diambil dari udara. Dalam gambar tersebut menunjukkan para pengungsi butuh air minum. Hal tersebut disampaikannya melalui tulisan yang ditulis dengan kapur di tengah mobil-mobil yang terparkir di halaman sekolah.

“Nomimizu kudasai (Tolong beri kami air minum),” tulis salah satu tulisan di halaman SMP Konan di Kumamoto.

Para pejabat setempat juga telah memperingatkan sewaktu-waktu bisa terjadi longsor di lereng bukit akibat hujan yang mengguyur semalam. Saat ini total ada lebih dari 90 ribu orang yang telah dievakuasi, termasuk 300 orang dari daerah yang letaknya dekat dengan bendungan rawan runtuh.

Berdasarkan informasi juga sedikitnya ada 500 orang masih terjebak di desa-desa terpencil daerah pegunungan. Permukiman tersebut hanya bisa diakses melalui helikopter akibat jalannya terputus bencana longsor.

 

Informasi berita hari ini dan Gossip bisa baca di situs ini !!

 

Check Also

Keluarga-Militan-ISIS-Dianggap-Berpotensi-Ancam-Keamanan-Australia

Keluarga Militan ISIS Dianggap Berpotensi Ancam Keamanan Australia

Perlakuan terhadap keluarga anggota kelompok ISIS manapun ternyata menimbulkan masalah besar bagi badan keamanan Australia, …

Jokowi-Yakin-Ragam-Bantuan-dari-RI-Tepat-untuk-Keperluan-Rohingya

Jokowi Yakin Ragam Bantuan dari RI Tepat untuk Keperluan Rohingya

Presiden Jokowi melepas pengiriman bantuan untuk etnis Rohingya yang terusir dari Rakhine State, Myanmar. Jokowi …

Jokowi-Hadiri-Dies-Natalis-Unpad-ke-60

Jokowi Hadiri Dies Natalis Unpad ke-60

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan 60 tahun berdirinya Universitas Padjadjaran (Unpad). Jokowi juga akan …