Rabu , 13 Desember 2017
Home / Silet.Life / Miris, Masih Ada Pernikahan Anak di Bawah Umur Seperti di India

Miris, Masih Ada Pernikahan Anak di Bawah Umur Seperti di India

193

Setiap negara umumnya memiliki peraturan atau undang-undang terkait pada usia berapa seorang pria dan seorang perempuan diperbolehkan menikah sah secara hukum. Hanya saja di sejumlah wilayah seperti di Chittorgarh, Rajasthan, India bagian utara masih ada praktik upacara pernikahan untuk anak di bawah umur. Biasanya upacara pernikahan seperti itu digelar atas nama tradisi dan budaya.

Di sebuah video, tampak si pengantin perempuan menangis ketika mengikuti upacara pernikahan. Dilansir dari dailymail.co.uk, ada enam upacara pernikahan yang diselenggarakan selama dua hari di Akshaya Tritiya, sebuah festival Hindu di mana ada kepercayaan bahwa menikahkan anak pada hari itu akan membawa berkah. Tapi tak tega rasanya melihat anak-anak yang masih bocah yang seharusnya menghabiskan sebagian besar waktunya bermain malah harus dipaksa untuk menikah seperti itu.

Salah satu mempelai wanita, seorang gadis berusia lima tahun bergaun pengantin merah dipaksa berjalan mengelilingi api suci dengan suaminya yang baru berusia 11 tahun. Si gadis malang itu menangis tersedu-seduh tapi seorang pria terus memaksanya untuk menyelesaikan ritual pernikahan tersebut mengelilingi api suci sebanyak tujuh kali.

Ved Prakash, hakim distrik Chittorgarh memaparkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk menyelidiki kasus ini. Jika para pelaku tertangkap, maka mereka akan langsung diserahkan ke pengadilan untuk dihakimi. Sebelumnya pihaknya sudah sempat menghentikan praktik pernikahan massal anak ini. Hanya saja masih ada penduduk desa yang masih melakukannya secara diam-diam. Sementara itu penduduk lain ada yang takut melaporkan praktik ini karena tak mau mendapatkan tekanan sosial.

Kriti Bharti, aktivis hak-hak anak dan pendiri Saarthi Trust sangat menyesalkan praktik ini. “Tak tega hatiku melihat anak-anak kecil ini terjebak dalam tragedi itu,” paparnya. Dalam perjuangannya, Kriti telah berhasil membatalkan 29 pernikahan anak di Rajashtan dan total sudah menghentikan 850 kasus pernikahan anak.

Menurut Kriti tanpa tindakan tegas, praktik dan tradisi ini akan terus ada. Komite kesejahteraan anak pun akhirnya harus turun tangan demi melindungi anak-anak jadi korban. Kalau anak-anak tersebut berhasil dilindungi dan diselamatkan, mereka akan diberi konseling dan dididik untuk merancang masa depan yang lebih cerah. Tak hanya itu, pihak keluarga pun harus ikut diberi konseling agar masalah ini bisa terselesaikan dengan tuntas.

Di India sendiri, usia pernikahan yang sah untuk wanita adalah 18 tahun dan untuk pria 21 tahun. Namun, sayang menurut UNICEF, India menempati urutan ketiga terbesar dengan jumlah kasus pernikahan anak di bawah umur terbanyak.

Informasi berita Silet hari ini dan Gossip Artis bisa baca di situs ini !!

Dapatkan juga berita politik & berita mancanegara di situs ini !

Check Also

Cari-Oleh-oleh-Unik-di-Singapura,-Ini-Tempatnya

Cari Oleh-oleh Unik di Singapura Disini Tempatnya

Kamu yang mencari oleh-oleh unik dan tidak biasa dari Singapura, wajib berkunjung ke tempat satu …

Akhir-Pekan,-Menikmati-Kota-Tua-Banda-Aceh

Akhir Pekan, Menikmati Kota Tua Banda Aceh

Akhir pekan di Banda Aceh bisa dihabiskan dengan melakukan banyak hal. Salah satunya adalah berwisata …

Nasib-Galaxy-Note-8-Setelah-Digores,-Dibakar,-Dibengkokkan

Nasib Galaxy Note 8 Setelah Digores, Dibakar, Dibengkokkan

Baru juga dipasarkan, Galaxy Note 8 sudah harus menghadapi siksaan. Seorang reviewer melakukan pengujian goresan, …