Sabtu , 16 Desember 2017
Home / Silet.News / Komunitas Muslim Prancis Menolak Terlibat Dalam Prosesi Pemakaman Pelaku Teror

Komunitas Muslim Prancis Menolak Terlibat Dalam Prosesi Pemakaman Pelaku Teror

This still image taken from video shows the two men, Abdel-Malik Nabil Petitjean and Adel Kermiche, behind the church attack in Normandy in this video released July 28, 2016.  Handout via Reuters TV    FRANCE OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN FRANCE. FOR EDITORIAL USE ONLY. NO RESALES. NO ARCHIVES. NO RE-USE AFTER AUGUST 27, 2016

Komunitas muslim di Prancis menolak terlibat dalam prosesi pemakaman pelaku teror di gereja Katolik di Prancis. Mereka enggan terlibat dalam urusan keduanya.

Diberitakan CNN, Minggu (31/7/2016), rencananya salah seorang pelaku bernama Adel Kermiche akan dimakamkan di Prancis. Dia adalah salah satu dari dua pelaku teror di gereja Saint-Etienne-du-Rouvray, lalu membunuh pastur Jacques Hamel (86) dengan cara keji.

Presiden komunitas Muslim dan budaya di Prancis, Mohammed Karabila, mengatakan dia dan para imam setempat tidak akan terlibat dalam pemakaman untuk pemuda tersebut. Si pelaku teror Kermiche sebelumnya sudah menyatakan diri berbaiat kepada ISIS.

Kermiche ditembak mati oleh polisi usai melakukan teror di gereja. Kermiche pernah dua kali berusaha masuk ke Suriah pada tahun 2015 lalu. Percobaan pertama dilakukan pada Maret 2015, dengan menggunakan kartu identitas saudara laki-lakinya. Kermiche gagal karena dihentikan di tengah jalan oleh otoritas penegak hukum di Jerman saat hendak masuk Suriah melalui negara tersebut. Saat itu, salah satu anggota keluarga Kermiche memberitahu otoritas setempat soal Kermiche yang hilang misterius.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Mei 2015, Kermiche berusaha kembali untuk masuk ke wilayah Suriah, kali ini dengan kartu identitas sepupunya. Dia pertama pergi ke Swiss dan melanjutkan perjalanan ke Turki. Namun lagi-lagi dia gagal, karena dihentikan otoritas Turki dan dipulangkan.

Kermiche diterbangkan kembali ke Swiss dan kemudian ke Prancis, setelah surat perintah penangkapan dirilis otoritas Prancis. Kermiche pun ditahan otoritas setempat hingga Maret 2016, sebelum akhirnya bebas karena gugatan banding jaksa Paris ditolak pengadilan.

Sejak saat itu, Kermiche dipaksa memakai penanda elektronik agar polisi bisa melacak keberadaannya setiap saat. Otoritas setempat hanya mengizinkan Kermiche keluar rumahnya selama beberapa jam setiap harinya.

Informasi berita Silet hari ini dan Gossip Artis bisa baca di situs ini !!

Dapatkan juga berita politik & berita mancanegara di situs ini !

Check Also

Jokowi-Yakin-Ragam-Bantuan-dari-RI-Tepat-untuk-Keperluan-Rohingya

Jokowi Yakin Ragam Bantuan dari RI Tepat untuk Keperluan Rohingya

Presiden Jokowi melepas pengiriman bantuan untuk etnis Rohingya yang terusir dari Rakhine State, Myanmar. Jokowi …

Jokowi-Hadiri-Dies-Natalis-Unpad-ke-60

Jokowi Hadiri Dies Natalis Unpad ke-60

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan 60 tahun berdirinya Universitas Padjadjaran (Unpad). Jokowi juga akan …

Edho-Zell,-YouTuber-'Sejuta-Umat'-yang-Merangkak-dari-Nol

Edho Zell, YouTuber ‘Sejuta Umat’ yang Merangkak dari Nol

Dulu pria ini berprofesi sebagai mc keliling dan pernah memiliki cita-cita besar, yaitu tampil di …