Minggu , 21 Oktober 2018
Home / Silet.News / Sidang Pembunuhan 2 Wanita Indonesia Digelar di Hong Kong Hari Ini

Sidang Pembunuhan 2 Wanita Indonesia Digelar di Hong Kong Hari Ini

9

Persidangan mantan bankir Inggris, Rurik Jutting atas pembunuhan dua wanita Indonesia kembali digelar Selasa (25/10) ini di pengadilan Hong Kong. Video mengerikan yang direkam Jutting saat menyiksa korban ditunjukkan kepada juri persidangan.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (25/10/2016), rekaman yang diambil dengan kamera telepon genggam Jutting itu menjadi salah satu bukti ekstrem dalam kasus yang menarik perhatian dunia ini. Jutting yang lulusan Cambridge University dan Winchester College di Inggris ini, bekerja di Bank of America Merrill Lynch, Hong Kong, sebelum pembunuhan terjadi pada November 2014.

Dalam sidang sebelumnya pada Senin (24/10), Jutting mengaku tak bersalah atas dakwaan pembunuhan yang dijeratkan jaksa. Kedua jasad korban, yang diidentifikasi sebagai Sumarti Ningsih (23) dan Seneng Mujiasih (26), ditemukan polisi di dalam apartemen mewah yang dihuni Jutting.

Dalam persidangan, jaksa menyebut, jasad Ningsih ditemukan dalam keadaan dimutilasi di dalam koper yang ada di balkon apartemen, sedangkan jasad Mujiasih ditemukan tergeletak berlumuran darah dengan beberapa luka tusukan di tubuhnya. Mujiasih diketahui bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Hong Kong, sementara Ningsih datang ke Hong Kong dengan visa turis.

Dalam sidang Senin (24/10), Wakil Hakim Pengadilan Tinggi Hong Kong Michael Stuart-Moore mengungkapkan bahwa Jutting merekam penyiksaan yang dilakukannya terhadap salah satu korban dengan menggunakan telepon genggam iPhone miliknya.

Ditambahkan jaksa, Jutting juga merekam pernyataan dirinya sendiri yang berbicara soal pembunuhan itu, rasa senang yang dia dapatkan dari melakukan tindak kekerasan keji dan juga soal apakah dirinya harus menyerahkan diri kepada polisi atau terbang ke Inggris.

Rekaman video itu ditunjukkan kepada para juri persidangan di ruang tertutup, terpisah dari ruang persidangan. Hakim Stuart-Moore memperingatkan agar juri yang tidak mampu menyaksikan adegan keji, untuk tidak ikut serta.

Stuart-Moore menyebut rekaman video dan juga bukti-bukti kasus Jutting ini sangat ‘mengerikan’.

Baik jaksa maupun pengacara yang mendampingi terdakwa, sepakat dengan penunjukkan bukti-bukti fisik dalam kasus ini. Namun kedua pihak terus berargumen soal bukti psikologi dan psikatri atas terdakwa, yang disediakan oleh pengacara terdakwa demi menyatakan kasus ini adalah kasus pembunuhan tak disengaja (manslaughter), bukan pembunuhan disengaja (murder).

Jutting sendiri mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan tak disengaja.

Informasi berita Silet hari ini dan Gossip Artis bisa baca di situs ini !!

Dapatkan juga berita politik & berita mancanegara di situs ini !

Check Also

Jokowi-Yakin-Ragam-Bantuan-dari-RI-Tepat-untuk-Keperluan-Rohingya

Jokowi Yakin Ragam Bantuan dari RI Tepat untuk Keperluan Rohingya

Presiden Jokowi melepas pengiriman bantuan untuk etnis Rohingya yang terusir dari Rakhine State, Myanmar. Jokowi …

Jokowi-Hadiri-Dies-Natalis-Unpad-ke-60

Jokowi Hadiri Dies Natalis Unpad ke-60

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan 60 tahun berdirinya Universitas Padjadjaran (Unpad). Jokowi juga akan …

Edho-Zell,-YouTuber-'Sejuta-Umat'-yang-Merangkak-dari-Nol

Edho Zell, YouTuber ‘Sejuta Umat’ yang Merangkak dari Nol

Dulu pria ini berprofesi sebagai mc keliling dan pernah memiliki cita-cita besar, yaitu tampil di …