Friday , July 28 2017
banner 728 x 125
Home / Silet.Life / Diduga Beban Kerja Terlalu Berat, Salah Satu Pegawai di Jepang Bunuh Diri

Diduga Beban Kerja Terlalu Berat, Salah Satu Pegawai di Jepang Bunuh Diri

101

Keputusan seseorang untuk bunuh diri bisa disebabkan oleh banyak hal. Pun banyak faktor penyebabnya. Salah satunya bisa dari tekanan dan beban kerja.

Matsuri Takahashi, wanita berusia 24 tahun ini ditemukan tewas bunuh diri di asramanya tanggal 25 Desember 2015 lalu. Seperti yang dilansir oleh asahi.com, diduga penyebab bunuh diri Matsuri adalah karena beban kerja yang terlalu berat. Setelah lulus dari Fakultas Sastra, Universitas Tokyo, Matsuri bekerja di perusahaan periklanan, Dentsu Inc sejak bulan April 2015. Matsuri bekerja di divisi Digital Account.

Menurut pengacara yang menangani kasus ini, beban kerja Matsuri bertambah berat pada bulan Oktober 2015. Tercatat dari tanggal 9 Oktober 2015 hingga 7 November 2015, jam lemburnya saja mencapai 105 jam. Sebelum memutuskan untuk bunuh diri, Matsuri sering menghubungi kolega dan teman-temannya melalui media sosial dan mengirim pesan, “Aku ingin mati.”

Tanggal 7 Oktober 2016, keluarga Matsuri dan para pengacara membuka temuannya terkait kematian Matsuri di Mita menggelar jumpa pers di Labor Standard Inspection Office, Tokyo. Diceritakan bahwa beban kerja Matsuri saat itu sangat berat ditambah jumlah jam lembur yang makin panjang. Disimpulkan bahwa Matsuri mengalami tekanan mental karena beban fisik yang sangat berat. Sampai akhirnya Matsuri memutuskan untuk bunuh diri.

Kasus Matsuri ini bukan pertama kalinya terjadi di kalangan pegawai Dentsu. Pada tahun 1991 lalu, seorang karyawan Dentsu yang berbasis di Tokyo bunuh diri karena beban jam kerja yang panjang. Dalam tuntutan hukum yang diajukan oleh pihak keluarga, Mahkamah Agung memutuskan bahwa pihak perusahaan lah yang bertanggung jawab atas kematiannya. Perusahaan Dentsu kemudian menjabarkan kalau pihaknya selalu meminta para karyawan untuk mengirim laporan terkait dengan kondisi pekerjaan agar bisa dipantau untuk tidak melebihi batas dan beban kerja yang manusiawi.

“Kami memandang kasus bunuh diri pegawai dengan sangat serius,” ujar perwakilan Dentsu. Ketika sebuah kasus bunuh diri diduga disebabkan oleh beban pekerjaan, pihak keluarga korban berhak untuk menyampaikan tuntutan mendapatkan asuransi atau kompensasi.

Stres dan tekanan yang dirasakan karena beban kerja yang terlalu berat memang bisa memicu hasrat untuk bunuh diri. Semoga kasus seperti ini tak terulang atau terjadi lagi.

Informasi berita Silet hari ini dan Gossip Artis bisa baca di situs ini !!

Dapatkan juga berita politik & berita mancanegara di situs ini !

Check Also

33

Mencintai Orang yang Salah Memang Luka, Tapi Itu Membuatmu Dewasa

Sudah berapa kali kamu mencintai orang yang salah? Seberapa sering kamu merasa terluka dan terpuruk …

14

Sepenggal Kisah Kartini di Masa Lalu

Nama Raden Ajeng Kartini jelas sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Wanita yang lahir …

98

Wanita yang Beneran Kaya Lebih Bahagia Tampil Sederhana

Nggak bisa dipungkiri kalau kita sering menilai dan menghakimi seseorang dari penampilannya. Kita sering tertipu …

Powered by themekiller.com