Kamis , 18 Oktober 2018
Home / Silet.Health / Garam Laut Lebih Sehatkah dari Garam Meja?

Garam Laut Lebih Sehatkah dari Garam Meja?

26

Garam laut kini makin beragam. Para chefpun memilih garam ini untuk memperlezat masakan dan karena nutrisinya.

Sea salt atau garam laut kini makin banyak jenisnya. Seperti Hawaiian black lava, Himalayan pink, Bolivian rose, Peruvian pink mountain spring, dan lain-lain. Kemudian dikenal dengan sebutan ‘artisanal salt’.

Para chef memakai garam laut karena rasa gurihnya yang lebih kaya. Para konsumen dan ahli gizi juga menyebut garam laut lebih menyehatkan daripada garam meja.

Ini karena garam laut tidak melalui proses pabrik dan lebih alami. Juga diyakini mengandung mineral esensial. Garam ini dipromosikan karena mampu menyeimbangkan pH tubuh, menyehatkan pencernaan dan memberi pasokan antioksidan.

Dikutip dari huffingpost.com (17/11/15) klaim berlebihan tentang garam laut tidak didukung oleh landasan ilmiah.

Dari segi kesehatan, konsumsi garam tetap akan memicu tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya. Garam bukan sumber kalsium, magnesium, dan kalium yang baik. Untuk mencukupi asupan mineral tetap perlu asupan makanan lain.

Apapun yang Anda pilih, garam laut, garam meja atau garam khusus tetap harus digunakan dengan tepat. Sebaiknya bumbui masakan jangan terlalu asin. Tambahkan garam jika diperlukan. Hal ini bisa mengontrol asupan garam.

Perbedaan utama antara garam meja dan garam adalah kadar yodium. Garam meja biasanya diperkaya dengan yodium. Karena yodium merupakan mineral penting untuk cegah gondongan.

Sementara garam laut tidak diperkaya dengan yodium. Karenanya tidak memberi asupan yodium. Demikian juga dengan garam yang dipakai dalam makanan olahan.

Padahal asupan yodium tidak hanya dari garam. Banyak makanan lain seperti ikan, tepung, susu, roti dan bijian juga telur mengandung yodium.

Seperti diketahui 1/4 sdt garam memberi asupan 50% dari 150 microgram yodium harian. Untuk wanita hamil atau menyusui perlu 220-290 microgram per hari.

Sedangkan untuk vegetarian yang murni sering kurang asupan yodium karena sama sekali tak konsumsi produk susu dan daging. Asupan yodium dapat diperoleh dari rumput laut.

Sayangnya belum ada alat ukur untuk mengetahui kadar yodium dalam tubuh. Jika memang perlu asupan yodium bisa memakai garam beryodium. Namun, apapun alasan tidak bisa sembarangan menambahkan garam dalam makanan.

Informasi berita Silet hari ini dan Gossip Artis bisa baca di situs ini !!

Dapatkan juga berita politik & berita mancanegara di situs ini !

Check Also

Jangan-Merasa-Tua-Kalau-Mau-Bercinta-Lebih-Sering

Jangan Merasa Tua Kalau Mau Bercinta Lebih Sering

Persepsi tua karena bertambahnya usia bisa membuat keinginan seks seseorang berkurang, menurut studi 2017 oleh …

Film-Porno-Ternyata-Buat-Kecewa-Pasangan-Saat-Bercinta

Film Porno Ternyata Buat Kecewa Pasangan Saat Bercinta

Sebagian pasangan suami istri menggunakan konten porno untuk meningkatkan kualitas bercinta. Hal ini didukung oleh …

Catat!-Bukan-Berat-Badan-yang-Bahaya,-Tapi-Komposisi-Lemaknya

Catat! Bukan Berat Badan yang Bahaya, Tapi Komposisi Lemaknya

Bicara soal bahaya kegemukan, berat badan kini tidak selalu menjadi indikasi tubuh Anda sudah ideal …