Rabu , 12 Desember 2018
Home / Silet.News / Donald Trump Mengatakan Dirinya Benar Setelah Serangan Truk Maut di Berlin

Donald Trump Mengatakan Dirinya Benar Setelah Serangan Truk Maut di Berlin

25

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengecam serangan truk maut di pasar Natal di Berlin, Jerman sebagai serangan terhadap kemanusiaan. Menurutnya, serangan tersebut membuktikan bahwa dirinya benar untuk mengajukan larangan imigrasi muslim ke AS.

Kelompok radikal ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan truk maut di Berlin yang menewaskan 12 orang.

Para wartawan yang berkumpul di luar resor Mar-a-Lago milik Trump di Palm Beach, Florida, menanyakan apakah serangan truk tersebut akan mempengaruhi pertimbangannya mengenai larangan muslim masuk ke AS.

“Kalian tahu rencana saya. Saya sudah terbukti benar! 100 persen benar. Apa yang terjadi adalah tercela,” ujar Trump seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (22/12/2016).

Sebelumnya saat masa kampanye kepresidenan, Trump menyerukan adanya larangan sementara bagi muslim masuk ke AS, sebagai cara untuk memerangi terorisme. Komentar Trump itu menuai banyak kritikan di dalam dan luar negeri. Dia kemudian mengubah sedikit pernyataannya, dengan mengatakan akan mengusulkan penghentian sementara imigrasi dari negara-negara yang dianggap mengekspor terorisme.

Sedikitnya 12 orang tewas dan 24 orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat terkait insiden maut di Berlin pada Senin (19/12) malam waktu setempat. Truk maut itu menabrak kerumunan orang dan kios-kios di pasar ornamen Natal yang ada di Berlin.

Terkait serangan truk itu, polisi Jerman saat ini tengah memburu seorang pencari suaka dari Tunisia. Pria bernama Anis Amri itu diburu setelah polisi menemukan kartu identitasnya di bawah kursi sopir truk maut. Menteri Dalam Negeri bagian barat North Rhine-Westphalia (NRW), Ralf Jaeger, mengatakan pria itu tiba di Jerman pada Juli 2015. Saat itu, aplikasi pencarian suakanya ditolak.

Anis Amri diduga menggunakan nama lain dan telah diidentifikasi agensi keamanan bahwa dia menjalin komunikasi dengan sebuah jaringan Islamis. Jaeger mengatakan pria itu tinggal di Berlin sejak Februari, tetapi belakangan dia tinggal di NRW.

Otoritas keamanan setempat menyebut Anis Amri sebagai seorang yang berpotensi sebagai ancaman sejak November. Jaeger menyebut setelah permohonan pencarian suakanya ditolak, seharusnya Anis Amri dideportasi, namun hal itu urung dilakukan karena dokumennya hilang.

Informasi berita Silet hari ini dan Gossip Artis bisa baca di situs ini !!

Dapatkan juga berita politik & berita mancanegara di situs ini !

Cara Daftar Sbobet Daftar Ionclub Daftar Maxbet Daftar Akun Maxbet Bocoran Prediksi Togel Daftar Klik4d Majalah Prediksi Bola Panduan Sbobet Wap Agen Macaubet Daftar Lexus88 Daftar Akun Sbobet Agen Liga365 Daftar Poker8indo Link Alternatif Sbobet Daftar S128 Daftar Akun Sbobet Agen Liga365 Daftar Poker8indo Link Alternatif Sbobet Daftar S128 Daftar Casino Sbobet Daftar rolet Daftar cf88vn Agen Cf88vn Rolet Online Daftar Joker123 Daftar Judi Ikan Daftar Tembak Ikan Daftar Akun Joker123 Daftar Poker Place Daftar Akun Togel Jadul Cara Main Togel Jadul Daftar Sabung Ayam

Check Also

Jokowi-Yakin-Ragam-Bantuan-dari-RI-Tepat-untuk-Keperluan-Rohingya

Jokowi Yakin Ragam Bantuan dari RI Tepat untuk Keperluan Rohingya

Presiden Jokowi melepas pengiriman bantuan untuk etnis Rohingya yang terusir dari Rakhine State, Myanmar. Jokowi …

Jokowi-Hadiri-Dies-Natalis-Unpad-ke-60

Jokowi Hadiri Dies Natalis Unpad ke-60

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan 60 tahun berdirinya Universitas Padjadjaran (Unpad). Jokowi juga akan …

Edho-Zell,-YouTuber-'Sejuta-Umat'-yang-Merangkak-dari-Nol

Edho Zell, YouTuber ‘Sejuta Umat’ yang Merangkak dari Nol

Dulu pria ini berprofesi sebagai mc keliling dan pernah memiliki cita-cita besar, yaitu tampil di …