Rabu , 21 November 2018
Home / Silet.News / Polisi Meyakini Rentetan Bom Thailand Melibatkan 20 Pelaku

Polisi Meyakini Rentetan Bom Thailand Melibatkan 20 Pelaku

48

Kepolisian Thailand masih terus menyelidiki rentetan ledakan bom yang mengguncang negara itu, dua pekan lalu. Polisi meyakini, sedikitnya 20 orang terlibat dalam perencanaan dan eksekusi ledakan bom itu.

Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Jakthip Chaijinda, menyatakan polisi masih belum mengesampingkan dugaan motif apapun terkait rentetan ledakan ini. Chaijinda juga meyakini, orang-orang yang terlibat dalam ledakan bom ini berasal dari wilayah Thailand bagian selatan yang didominasi warga muslim.

“Kami tahu dari mana mereka (orang-orang yang terlibat) berasal, ke mana mereka pergi. Kami meyakini ada sedikitnya 20 orang yang terlibat jaringan ini,” terang Chaijinda kepada wartawan setempat, seperti dilansir Reuters, Senin (22/8/2016). Namun Chaijinda tidak menjelaskan lebih lanjut soal dugaan 20 pelaku itu.

Hingga kini, belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas rentetan ledakan yang terjadi pada 11 dan 12 Agustus itu. Ledakan itu mengguncang beberapa wilayah berbeda, termasuk kawasan wisata ternama seperti Phuket, dan menewaskan empat orang.

Ledakan terjadi selang sehari setelah warga Thailand memilih memberlakukan konsitusi yang didukung militer, dalam referendum nasional. Kepolisian dan pemerintahan setempat mengesampingkan dugaan keterkaitan militan asing dalam ledakan ini dan bersikeras bahwa pelakunya berasal dari Thailand.

Kepada wartawan, Chaijinda mengaku tidak bisa memastikan apakah ledakan ini terkait dengan militansi di wilayah selatan Thailand, yang berbatasan dengan Malaysia. Di wilayah tersebut, militan Melayu-muslim melawan pemerintah dalam pertempuran yang mengklaim lebih dari 6.500 nyawa sejak 2014.

“Kami tidak bisa berspekulasi soal motif mereka dan apakah ini terkait referendum, atau militansi atau apapun yang mereka sebut,” ucapnya.

Dalam pernyataan sebelumnya, Menteri Pertahanan Thailand Prawit Wongsuwan menyebut rentetan ledakan itu jelas bukan perpanjangan dari militansi di wilayah selatan negara itu. Namun para pengamat keamanan menekankan, militan di Thailand selatan memiliki rekam jejak untuk serangan teror terkoordinasi seperti yang terjadi dua pekan lalu.

Empat ledakan di kota pantai Hua Hin yang terjadi dalam 24 jam pada 11-12 Agustus lalu, merenggut dua nyawa. Dua ledakan lainnya terjadi di kawasan Pantai Patong, Phuket ditambah lima ledakan terpisah di Surat Thani, Tran dan Phang Nga yang menewaskan dua orang.

Informasi berita Silet hari ini dan Gossip Artis bisa baca di situs ini !!

Dapatkan juga berita politik & berita mancanegara di situs ini !

Check Also

Jokowi-Yakin-Ragam-Bantuan-dari-RI-Tepat-untuk-Keperluan-Rohingya

Jokowi Yakin Ragam Bantuan dari RI Tepat untuk Keperluan Rohingya

Presiden Jokowi melepas pengiriman bantuan untuk etnis Rohingya yang terusir dari Rakhine State, Myanmar. Jokowi …

Jokowi-Hadiri-Dies-Natalis-Unpad-ke-60

Jokowi Hadiri Dies Natalis Unpad ke-60

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan 60 tahun berdirinya Universitas Padjadjaran (Unpad). Jokowi juga akan …

Edho-Zell,-YouTuber-'Sejuta-Umat'-yang-Merangkak-dari-Nol

Edho Zell, YouTuber ‘Sejuta Umat’ yang Merangkak dari Nol

Dulu pria ini berprofesi sebagai mc keliling dan pernah memiliki cita-cita besar, yaitu tampil di …